BAB 3
Naya dan nora sampai di dalam kelas, siswa yang melihat kedatangan nora dengan naya langsung menyoraki nora “ cie nora” teriak seorang teman cewek nora. Tidak ada yang melewatkan kejadian tadi pagi, bahkan semua siswa di kelasnya tau. Meskipun banyak dari mereka yang baru datang.
“ traktiran nih kita, ya kan nay.” Lanjut salah satu siswa.
“okey nanti kalian gue traktir” jawab naya sambil tersenyum sinis kepada nora.
“yeayyy...” teriak semua siswa layaknya koor.
Kemudian nora melihat naya dengan tatapan tajam, dan melepaskan tangan naya. Nora langsung menuju ke tempat duduknya dibelakang. Karena nora tidak mau kalau harus duduk dengan naya.
Oliv dan shila yang melihat kejadian itu tidak bisa berpuat apa-apa. Mereka ber-2 hanya bisa menunggu penjelasan dari nora saja. Karena oliv dan shila tidak mau membuat nora menjadi semakin bete.
Nora menghampiri ke-2 sahabatnyadan menuju ke bangkunya, ke-2 sahabatnya melihat nora dengan wajah penuh penasaran dan siap menanyakan pertanyaan. Tapi tanpa basa-basi nora langsung menceritakan kejadian tadi pagi, tanpa menunggu ke-2 sahabatnya bertanya.
“hih gue sebel banget sama tu cowok” gerutu nora kepada oliv dan shila.
“iya gue tau ra, udah keliatan dari muka lo. Ligian siapa juga sih yang gak tau kejadian tadi pagi di dekat gerrbang.” Ucap oliv sambil menenangkan nora.
“tu cowok nyebelin banget deh, rasanya gue mau pindah kelas aja.” Gerutu nora sambil memandang ke arah naya.
“trus kenapa lo terima ra, kalau lo gak mau?” tanya olivia.
“ya gapapa dong liv, kan naya itu keren, baik, tampan, tajir, baik pula.” Lanjut shila sambil tersenyum kagum ke arah nora dan olivia. Nora hanya membalas dengan isyarat yang membuat shila takut.
“apaan sih shil, lo tu ya. Kalau lo mau ya buat lo aja.” Ucap nora kepada shila.
“gue gak ada pilihan lagi liv. Kalau gue nolak urusannya bisa runyam nanti.” Kemudian nora menghela nafas panjang.
“sory ra, hehehe bercanda.” Ucap shila prihatin dengan nora.
“ya udah, sabar aja ra. Siapa tau naya emang jodoh lo. Lagian gak mungkin naya ngelakuin hal kayak gini, kalau dia emang gak sama lo kan? Jadi jalanin aja dulu ra. kali aja lo adi nyaman sama dia.” Jelas olivia.
“betul itu ra kata oliv, siapa tau kalian adalah pasangan yang serasi.” Lajut shila.
Nora hanya diam, karena yang dikatakan oliv itu semua juga ada benarnya.
Bell pelajaran jam pertama sudah berbunyi, hari ini nora beruntung karena jam pertama adalah pelajaran biologi. Guru yang mengajar biologi sudah memasuki kelas nora yaitu Bu Maya. Bu Maya adalah guru yang paling cantik dan baik yang ada di SMA Buana Jaya. Tapi kalau bu maya udah marah, galaknya bisa melibihi pak jaya seorang guru matematika yang paling kiler di sekolah ini. Jam pertama dimulai nora tidak bisa fokus dengan apa yang diterangkan oleh bu maya. Karena dia masih memikirkan kejadian tadi pagi.
***
Bell pulang sekolah sudah berbunyi,
nora segera mengemasi peralatan sekolah dan bersiap untuk pulang. Nora ingat
kalau dirinya tadi pagi tidak naik motor, melainkan diantar oleh tukang ojek.
Nora melihat ke arah ke-2 sahabatnya, kemudian nora menghampiri oliv dan shila.“ liv gue nebeng pulang boleh gak?” tanya nora. Ke-2 sahabatnya dilihatin naya dari bangkunya
Naya mendengar apa yang barusan dikatan nora, naya memperhatikan oliv shila dan nora. Lalu sebelum oliv menjawab pertanyaan nora, oliv melihat ke arah naya.
Naya memberi isyarat pada oliv, agar menolak permintaan nora untuk memberi tumpangan. Oliv tau apa maksud naya, oliv pun mengikuti kemauan naya.
“gak bisa ra, bukannya gue pelit atau gak mau nebengin elo ra. Tapi gue masih ada urusan mendadak. Sory banget ya ra, lo jangan marah.” Ucap olivia memohon, tapi sebenarnya dia tidak tega pada nora.
“ya elah liv, yaudah gapapa. Gue gak marah kok, kan emang lo ada urusan yang penting juga.” Ucap nora yang kemudian ganti menatap ke arah shila.
“shil gue nebeng elo ya? Boleh ya?” kata nora sambil memohon pada shila. Shila lalu melihat ke arah oliv dan oliv memberi isyarat untuk menolaknya. Meskipun shila tidak tau apa tuuan oliv, tapi dia patuh karna pasti tujuan oliv baik.
“sory ra, gue uga gak bisa. Soalnya gue nanti mau mampir dulu.” Jawab shila dengan muka oonnya.
Kemudian nora menghela nafas panjang. Dari kejauhan naya melihat nora yang memasang muka pasrah. Naya melihat ke arah nora dengan memasang senyuman, lalu naya pergi menghampiri nora.
“lo gue anter pulang aja?” ajak naya sambil menggan deng tangan nora.
Kemudian ke-2 sahabatnya mengiyakan seakan menyuruh nora untuk tidak menolaknya. Nora melihat ke arah ke-2 sahabatnya , tapi nora tidak mau menuruti sahabatnya.
“gak usah, gue bisa pulang sendiri” jawab nora ketus.
“pulang sendiri? Lo kan gak bawa motor. Lo mau cari tebengan ha? Gak bakal ada yang mau.” Ucap naya.
“ada kok yang mau, gak usah sok tau lagi deh lo. Lagian kayak gak ada cowok lain aja.” Jawab nora dengan melotot ke arah naya,sambil melepaskan tangan naya, tapi itu tidak berhasil. Karena naya menggenggam tangan nora dengan kuat.
“lo gak inget atau hilang ingatan? Kan barusan tadi pagi gue udah resmi jadi cowok lo. Jadi mau gak lo gue anter pulang.” Tandas naya.
“pasti lo yang ngehasut temen-temen gue?” ucap nora dengan menyipitkan kedua matanya.
Tetapi naya tidak menjawab pertanyaan nora. Naya langsung menarik tangan nora dan pergi menuju parkiran sekolah. Nora hanya bisa diam karena tangannya berada di genggaman naya. Akhirnya naya mau dianter pulang oleh naya.
***
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar