Kamis, 17 November 2016


BAB 1
PART 3 :

Veronica dan meiko adalah geng paling terkenal di SMA Buana Jaya, mereka terkenal karena mereka sama-sama anak dari orang kaya. Cuman kalau Vero dia adalah anak dari ketua yayasan, dan penyumbang terbesar nomor 1 di sekolahnya. Vero dan gengnya itu uga terkenal sadis, siapun yang cari gara-gara sama mereka baik itu disengaja ataupun tidak vero tidak peduli.
Bel istirahat berbunyi, Vero langsung mengajak Meiko pergi menuju kelas 11 ipa 6. Vero terpesona melihat ketampanan Naya.
“gila kalaukayak gini gue juga mau kali ko.” “samalah ver gue uga mau, gk cuman lo” vero langsung melotot kearah meiko setelah mendengar jawaban meiko barusan.
“itu bukan atah lo, lo gak pates ko, paham.” Gertak vero “iya-iya paham ver.” Meiko langsung meng – iyakan perkataan vero sambil menundukan kepalanya.kemudian vero dan meiko pergi menuju kantin, setelah mereka puas mengintai Naya.
***
Naya mengajak ke-2 sahabatnya untuk mengantarnya pergi ke parkiran sekolah. Naya memaksa ke – 2 sahabatnya yang sedang makan bekal yang dibawanya dari rumah tadi.
“eh kalian ber-2, ikut gue yuk” “ kemana?” tanya shila penasaran.
“gue habisin dulu bekalnya ya” ujar oliv kemudian sambil menelan makanan yang ada di mulutnya.
“gak usah kelamaan tau, keburu bel masuk nanti. Makannya kan bisa dilanjut nanti aja.” Ucap nora sambil menarik ke-2 tangan sahabatnya. Tanpa basa-basi akhirnya ke-2 sahabatnya mau mengantarkan nora, meskipun mereka tidak tau tujuan nora apa dan mau kemana sebenarnya mereka.
Nora sampai di parkiran sekolah. Kemudian ke-2 sahabatnya saling bertatapan satu sama lain dan mulai bertanya pada nora.
“ngapain kita kesini ra?” ucap ke-2nya yang tidak sengaja bebarengan. Nora tidak menjawab pertanyan sahabatnya. Setelah itu nora berjalan menuju ke sebuah mobil merah milik naya. Baru ke-2 sahabatnya menyadari apa yang akan dilakukan oleh nora.
“lo mau ngerjain mobilnya naya ra?” tanya oliv sambil menghampiri nora.
“iya salah sendiri aneh-aneh sama gue” “ dia masih baru lo nor disini, mau lo apain mobilnya?”
“biarin jadi cowok kok songong. Eh lo berdua kok malah diem aja sih?” jawab nora sambil melepas salah satu ban mobil naya.
“ogah ah, gue gak mau ikut-ikut tan. Lagian males gue cari masalah, lo aja sendiri yang kerjain. Tapi kalau untuk nemenin sih gue oke aja ra” jawab oliv sambil menggelengkan kepalanya.
“gue juga gak mau ra, gue takut kena marah. Hehehe” lanjut shila, shila emang penakut diantara oliv dan nora, shila juga bloon kalau dalam urusan kayak gini.
“ its okey gapapa, kalain temenin gue aja”nora menjawab dengan tidak marah, dan segera menyelesaikan tugasnya ini. Kurang dari 10 menit noora sudah selesai melepas ban mobil itu.
“sip udah beres, bannya gue sembunyiin dimana nih?” “di situ aja deket tanaman yang ada pohon besarnya.” Tunjuk shila ke arah semak-semak.
“pinter juga lo ya shil.” Ledek nora sambil membawa ban itu ke semak semak yang di tunjuk oleh shila.
“udah, yuk kembali keburu bel masuk gue udah lapar.” Ujar nora, kemudian berjalan di depan ke-2 sahabatnya dan menyusuri koridor menuju kelasnya. Ke-2 sahabatnya menatap kejadian itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
Mereka ber-3 sampai di kelas, tepat kurang 5 menit bel masuk. Untung bekar mereka sudah habis, dan tak tersisa. Lalu pak jaya masuk dengan buku tebal ditangannya dan wajah yang tak pernah tersenyum dengan ikhlas. Pak jaya adalah guru matimatika yang paling keren, tapi juga paling galak.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar