HUKUMAN NORA
BAB 3
PART 1 :Keesokan paginya, sebenarnya nora tidak ingin berangkat ke sekolah. Tapi itu tidak mungkin karena mamanya nanti bisa marah. Hari ini nora tidak mood naik kendaraan sendiri, dia memilih untuk diantar oleh tukang ojek langganan mamanya.
Nora sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi keadian nanti disekolah. Tukang ojek mamanya sudah sampai dirumah nora pukul 7 kurang 10 menit. Hari ini nora sengaja berangkat sedikit terlambat,agar dia tidak bertemu dengan naya.
Nora sampai di sekolah, dia berjalan menuju gerbang sekolah dengan perasaan was-was. Kemudian Nora memperhatikan sekitarnya memastikan bahwa naya tidak ada di dekat situ.
Tak jauh dari gerbang, disana sudah ada naya yang menunggu dengan tangan yang terlipat di dada. Setelah naya melihat kedatangan nora, naya langsung menghadang nora dengan tubuhnya yang tinggi.
Seketika itu nora terlonjak kaget, dan membuat tubuh nora berhenti untuk melanjutkan perjalanan menuu kelasnya. Naya terus menatap nora, tetapi nora tidak mengetahui bahwa itu adalah naya. Nora melihat ke arah atas, ternyata benar dugaannya bahwa itu adalah naya.
Mereka saling menatap satu sama lain. Sebenarnya nora berniat untuk kabur, tapi dia urungkan niatnya untuk kabur. Nora lebih memilih untuk menghadapinya saja, meskipun ada rasa takut dalam diri nora.
“hey, mau kemana lo? Mau kabur?” tanya naya langsung saat menghadang nora.
“siapa yang mau kabur?” jawab nora santi, ‘tau gitu gue tadi berangkat lebih pagi’ gumamnora dalam hati. Nora menyesali kenapa dia tadi datang terlambat.
“ la ini lo buktinya datang terlambat” sindir naya.
“gue datang terlambat bukan mau kabur dari lo, jangan sok tau deh. Gue tadi nunggu tukang ojek kelamaan, jadi gue datang terlambat. JELAS!!”ucap nora sedikit gugup, pura-pura itu yang terjadi.
“alesan aja lo. Kenapa lo naik ojek? Motor lo rusak?” tanya naya.
“terserah gue dong, mau motor gue rusak atau apalah itu. Apa urusannya sama lo!!” jawab nora dengan nada yang sedikit meninggi.
“okey santai aja kali, ini masih pagi non Anora Bilvania. Gue mau tagih hutang hukuman lo ke gue” ucap naya masih dengan santai.
“kalau gue gak mau gimana?” jawab nora.
“ya lo harus mau, kan lo yang salah. Jadi lo harus tanggung jawab dengan perbuatan lo lah. Eehm, karena gue gak percaya sama lo, gue takut lo nyebarin rahasia gue. Jadi hukuman buat lo adalah lo harus jadi pacar gue dengan begitu gue bisa tau apa yang lo lakuin.” Elas naya yang membuat mata nora terbelalak dengan mulut yang ternganga juga.
‘ apa jadi pacarnya naya’ gumam nora dalam hati. “lo gila ya? Gue gak mau” tolak nora.
“gue gak butuh jawaban lo, mau gak mau lo harus jadi pacar gue!!” tandas naya. Kemudian naya teriak mengumpulkan siswa yang baru datang.
“semuanya gue minta kalian jadi saksi buat kita. Sekarang gue udah jadian sama Anora Bilvania. Kalau gue dengar ada yang gangguin dia, berurusan sama gue.” Jelas naya pada siswa yang mengelilingi mereka berdua, sambil naya menggandeng tangan nora. Kemudian naya melihat kearah nora dengan senyum kemenangan. Nora yang melihat kejadian itu hanya bisa diam, dia sudah tidak bisa apa-apa lagi.
Mereka berdua berjalan meniggalkan kerumunan yang juga mulai bubar meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke kelasnya masing-masing. Naya menggandeng tangan nora dan berjalan menuju kelas. Siswa-siswa yang melihat kejadian itu bersorak riyuh. “cie naya...” teriak salah seorang siswa.
Tetapi tidak dengan gengnya vero, mereka menatap dengan tajam kearah nora dan naya. Vero memang tidak pernah suka dengan nora sejak pertama masuk di sekolah itu.
“awas aja lo ra!!!” decak vero sambil menatap kepergian nora.
“songong amat sih tu anak ver. Harus kita kasih pelajaran” lanjut meiko.
Kemudian bell masuk sudah berbunyi, lalu vero dan meiko pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kelasnya.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar