Kamis, 17 November 2016

 BAB 2
PART 4 :

Di perjalananpulang nora mampir ke penual martabak, karena dia mendapat titipan dari mamanya. Malam ini penjual martabak itu sangat ramai, mau tidak mau nora harus menunggu untuk mendapatkan martabak itu demi sang mama. Karena kata orang kalau kita tidak menuruti apa kata orang tua khususnya ibu kita akan menjadi anak durhaka, dan aku tidak mau menjadi seperti malin kundang.

Nora duduk di depan gerobak martabak dekat motornya, sesekali nora memainkan handphonenya dan membuka instagram untuk menghilangkan kejenuhannya. Tiba –tiba muncul nama Abinaya Alexi di kepalanya, nora jadi ingin membuka instagram milik naya. Nora menulis nama naya di kotak search, dia melihat- lihat foto milik naya.

Tidak lama setelah nora menutup handphonennya, dia melihat seperti ada mobil naya. ‘kenapa tiba-tiba ada mobil naya, mungkin ini perasaanku saja’ gumam nora dalam hati. Ya itu ternyata memang mobil naya, nora melihat mobil itu terparkir di dekat warung penjual martabak. Rasa penasaran nora mulai timbul kembali, karena pesanannya juga sudah siap akhirnya nora mengambil pesanannya dan langsung bergegas mengikuti naya. 

Nora melihat naya masuk ke dalam warung itu, dia melihat dari luar warung. Nora melihat naya yang duduk sambil memegang rokok. Seketika nora terkejut “apa!!”, karna yang nora tau dan teman-temannya naya adalah pria yang baik-baik dan jauh dari kata badboy. Nora mengerjapkan matanya, karena dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Tetapi setelah nora melihat kejadian ini, dia jadi memikirkan tentang sifat naya yang jauh dari kata baik.

Nora masih tetap memandangi naya dari luar, dia ingin memuaskan rasa penasarannya. Kemudian di dalam warung, naya merasa seperti ada yang memperhatikannya dari luar. Reflek kepala naya melihat ke arah seseorang yang memperhatikannya, dia meliha ada nora disitu. Tetapi naya tidak terkejut dengan nora, dia tidak menyebunyikan rokok yang dipegangnya.

Nora tidak sadar bahwa dirinya sudah ketahuan, tak sengaja mata nora dan naya saling bertemu dan membuat nora tersadar. Lalu nora bergegas meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuu motornya. 

“mampus gue” ucap nora sambil menepuk jidatnya, “ gimana kalau tadi dia ngeliat gue?” lanjut nora dengan wajah cemas.

Langkah nora terhenti, karena tiba-tiba ada cowok tinggi yang berdiri dihadapannya. Cowok itu naya, naya melipat kedua tangannya sambil berkata “lo ngapain ngikutin gue?” tanya naya sinis.

“siapa juga yang ngikutin elo, jangan kepedean deh. Tadi gue mau ambil martabak pesenan gue tau..” jawab nora gugup. 

“ye kenapa lo gugup, kalau lo gk salah lagian kan gue nanyanya biasa. Lo tu jadi cewek bego banget sih. Penjual martabaknya kan ada di sana bukan di sini. Lagian masa iya lo pesen 2 kali, lo kan udah bawa martabak pesenan lo. Dasar cewk oon.” Jelas naya membuat wajah nora semakin malu dan memerah.
“em em emang gue pesen 2 kali kok, lagian gue juga mau jalan-jalan cari udara segar.” Jawab nora semakin gugup.

“oh jadi lo pesen 2 kali? Coba lo ke penjual martabaknya lagi gue yang anter!” tantang naya.
“kenapa musti lo anter kan deket? Gue gak mau, lagian kan gue juga udah mau pulang.” Tolak nora, kemudian tanpa basa-basi naya menarik tangan nora dan mengajaknya ke penjual martabak tadi.
“ ambil pesenan lo!!”  perintah naya sambil mendorong tubuh nora mendekati si penjual, tapi nora hanya diam saja.

“okey, biar gue aja yang tanya. Lo kelamaan” naya mendekati penjual dengan tangan yang masih mencekal tangan nora.

“bang cewek ini tadi pesen martabak , mana maartabaknya?” tanya naya pada sang penjual.

“loh den, tadi kan pesennannya udah di ambil sama non ini” “dia pesen 2 kali gak bang?” ndak den, Cuma pesen 1 kali” “okey bang, makasih.” Naya lalu melihat nora menndukkan kepalanya, kemudian naya menarik nora menjauhi penjual martabak itu. 

“ohh.. jadi elo berani bohong sama gue? Alesan aja lo!!” ucap naya, tapi lagi-lagi nora tidak menjawabnya karena dia ketakutan.

“jawab!! Kenapa lo diem aja? Biasanya lo berani, sok-sokan sama gue. Lo bisu atau gak punya mulut haa..” tanya naya dengan nada yang sedikit meninggi.

“pasti lo sudah tau semuanya?” tanya naya mulai menurunkan nadanya. Tetapi tetap membuat nora semakin menundukkan kepalanya,

“lo diem berarti lo udah tau segalanya. Untuk imbalan yang lo lakukan, lo akan gue kasih hukuman.” Lanjut naya.

“ hukuman? Gue kan gak salah apa-apa.” Jawab nora kemudian. “lo bilang diri lo gak salah, jelas-jelas tadi lo ngutitin gue. Cegcegceg. Makanya jadi cewek tu jangan sok-sokan ngelawan. Gue kasih tau lo hukumannya disekolah besok. Sekarang lo pulang, ini udah malem” jelas naya.

Nora terkejut dengan kalimat perhatian yang diucapkan naya ‘sekarang lo pulang, ini sudah malam’ Kemudian nora meninggalkan naya dan pergi ke motornya. Nora menyesal harus mengutit naya tadi , karena pasti besok akan membuatnya mendapatkan masalah. Sepanjang perjalanan nora kepikiran dengan kata-kata naya tadi. Tidak hanya hukuman, tapi juga kalimat perhatian yang diucapkan naya tadi. Akhirnya nora sampai dirumah dan dia memilih langsung pergi tidur untuk melupakan sejenak tentang kejadian malam ini.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar