Jumat, 25 November 2016



BAB 3

PART 2 :

Naya dan nora sampai di dalam kelas, siswa yang melihat kedatangan nora dengan naya langsung menyoraki nora “ cie nora” teriak seorang teman cewek nora. Tidak ada yang melewatkan kejadian tadi pagi, bahkan semua siswa di kelasnya tau. Meskipun banyak dari mereka yang baru datang.
“ traktiran nih kita, ya kan nay.” Lanjut salah satu siswa. 

“okey nanti kalian gue traktir” jawab naya sambil tersenyum sinis kepada nora.

“yeayyy...” teriak semua siswa layaknya koor.

Kemudian nora melihat naya dengan tatapan tajam, dan melepaskan tangan naya. Nora langsung menuju ke tempat duduknya dibelakang. Karena nora tidak mau kalau harus duduk dengan naya.
Oliv dan shila yang melihat kejadian itu tidak bisa berpuat apa-apa. Mereka ber-2 hanya bisa menunggu penjelasan dari nora saja. Karena oliv dan shila tidak mau membuat nora menjadi semakin bete.

Nora menghampiri ke-2 sahabatnyadan menuju ke bangkunya, ke-2 sahabatnya melihat nora dengan wajah penuh penasaran dan siap menanyakan pertanyaan. Tapi tanpa basa-basi nora langsung menceritakan kejadian tadi pagi, tanpa menunggu ke-2 sahabatnya bertanya.

“hih gue sebel banget sama tu cowok” gerutu nora kepada oliv dan shila.

“iya gue tau ra, udah keliatan dari muka lo. Ligian siapa juga sih yang gak tau kejadian tadi pagi di dekat gerrbang.” Ucap oliv sambil menenangkan nora.

“tu cowok nyebelin banget deh, rasanya gue mau pindah kelas aja.” Gerutu nora sambil memandang ke arah naya.

“trus kenapa lo terima ra, kalau lo gak mau?” tanya olivia.

“ya gapapa dong liv, kan naya itu keren, baik, tampan, tajir, baik pula.” Lanjut shila sambil tersenyum kagum ke arah nora dan olivia. Nora hanya membalas dengan isyarat yang membuat shila takut.
“apaan sih shil, lo tu ya. Kalau lo mau ya buat lo aja.” Ucap nora kepada shila.

“gue gak ada pilihan lagi liv. Kalau gue nolak urusannya bisa runyam nanti.” Kemudian nora menghela nafas panjang.

“sory ra, hehehe bercanda.” Ucap shila prihatin dengan nora.

“ya udah, sabar aja ra. Siapa tau naya emang jodoh lo. Lagian gak mungkin naya ngelakuin hal kayak gini, kalau dia emang gak sama lo kan? Jadi jalanin aja dulu ra. kali aja lo adi nyaman sama dia.” Jelas olivia.

“betul itu ra kata oliv, siapa tau kalian adalah pasangan yang serasi.” Lajut shila.

Nora hanya diam, karena yang dikatakan oliv itu semua juga ada benarnya.

Bell pelajaran jam pertama sudah berbunyi, hari ini nora beruntung karena jam pertama adalah pelajaran biologi. Guru yang mengajar biologi sudah memasuki kelas nora yaitu Bu Maya. Bu Maya adalah guru yang paling cantik dan baik yang ada di SMA Buana Jaya. Tapi kalau bu maya udah marah, galaknya bisa melibihi pak jaya seorang guru matematika yang paling kiler di sekolah ini. Jam pertama dimulai nora tidak bisa fokus dengan apa yang diterangkan oleh bu maya. Karena dia masih memikirkan kejadian tadi pagi.

***
Bell pulang sekolah sudah berbunyi, nora segera mengemasi peralatan sekolah dan bersiap untuk pulang. Nora ingat kalau dirinya tadi pagi tidak naik motor, melainkan diantar oleh tukang ojek. Nora melihat ke arah ke-2 sahabatnya, kemudian nora menghampiri oliv dan shila.

“ liv gue nebeng pulang boleh gak?” tanya nora. Ke-2 sahabatnya dilihatin naya dari bangkunya
Naya mendengar apa yang barusan dikatan nora, naya memperhatikan oliv shila dan nora. Lalu sebelum oliv menjawab pertanyaan nora, oliv melihat ke arah naya. 

Naya memberi isyarat pada oliv, agar menolak permintaan nora untuk memberi tumpangan. Oliv tau apa maksud naya, oliv pun mengikuti kemauan naya.

“gak bisa ra, bukannya gue pelit atau gak mau nebengin elo ra. Tapi gue masih ada urusan  mendadak. Sory banget ya ra, lo jangan marah.” Ucap olivia memohon, tapi sebenarnya dia tidak tega pada nora.

“ya elah liv, yaudah gapapa. Gue gak marah kok, kan emang lo ada urusan yang penting juga.” Ucap nora yang kemudian ganti menatap ke arah shila.

“shil gue nebeng elo ya? Boleh ya?” kata nora sambil memohon pada shila. Shila lalu melihat ke arah oliv dan oliv memberi isyarat untuk menolaknya. Meskipun shila tidak tau apa tuuan oliv, tapi dia patuh karna pasti tujuan oliv baik.

“sory ra, gue uga gak bisa. Soalnya gue nanti mau mampir dulu.” Jawab shila dengan muka oonnya.
Kemudian nora menghela nafas panjang. Dari kejauhan naya melihat nora yang memasang muka pasrah. Naya melihat ke arah nora dengan memasang senyuman, lalu naya pergi menghampiri nora.
“lo gue anter pulang aja?” ajak naya sambil menggan deng tangan nora.

Kemudian ke-2 sahabatnya mengiyakan seakan menyuruh nora untuk tidak menolaknya. Nora melihat ke arah ke-2 sahabatnya , tapi nora tidak mau menuruti sahabatnya.

“gak usah, gue bisa pulang sendiri” jawab nora ketus.

“pulang sendiri? Lo kan gak bawa motor. Lo mau cari tebengan ha? Gak bakal ada yang mau.” Ucap naya.

“ada kok yang mau, gak usah sok tau lagi deh lo. Lagian kayak gak ada cowok lain aja.” Jawab nora dengan melotot ke arah naya,sambil melepaskan tangan naya, tapi itu tidak berhasil. Karena naya menggenggam tangan nora dengan kuat.

“lo gak inget atau hilang ingatan? Kan barusan tadi pagi gue udah resmi jadi cowok lo. Jadi mau gak lo gue anter pulang.” Tandas naya.

“pasti lo yang ngehasut temen-temen gue?” ucap nora dengan menyipitkan kedua matanya.

Tetapi naya tidak menjawab pertanyaan nora. Naya langsung menarik tangan nora dan pergi menuju parkiran sekolah. Nora hanya bisa diam karena tangannya berada di genggaman naya. Akhirnya naya mau dianter pulang oleh naya.
***
THE END





HUKUMAN NORA
BAB 3
PART 1 :
Keesokan paginya, sebenarnya nora tidak ingin berangkat ke sekolah. Tapi itu tidak mungkin karena mamanya nanti bisa marah. Hari ini nora tidak mood naik kendaraan sendiri, dia memilih untuk diantar oleh tukang ojek langganan mamanya.

Nora sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi keadian nanti disekolah. Tukang ojek mamanya sudah sampai dirumah nora pukul 7 kurang 10 menit. Hari ini nora sengaja berangkat sedikit terlambat,agar dia tidak bertemu dengan naya. 

Nora sampai di sekolah, dia berjalan menuju gerbang sekolah dengan perasaan was-was. Kemudian Nora memperhatikan sekitarnya memastikan bahwa naya tidak ada di dekat situ.

Tak jauh dari gerbang, disana sudah ada naya yang menunggu dengan tangan yang terlipat di dada. Setelah naya melihat kedatangan nora, naya langsung menghadang nora dengan tubuhnya yang tinggi.

Seketika itu nora terlonjak kaget, dan membuat tubuh nora berhenti untuk melanjutkan perjalanan menuu kelasnya. Naya terus menatap nora, tetapi nora tidak mengetahui bahwa itu adalah naya. Nora melihat ke arah atas, ternyata benar dugaannya bahwa itu adalah naya.

Mereka saling menatap satu sama lain. Sebenarnya nora berniat untuk kabur, tapi  dia urungkan niatnya untuk kabur. Nora lebih memilih untuk menghadapinya saja, meskipun ada rasa takut dalam diri nora.

“hey,  mau kemana lo? Mau kabur?” tanya naya langsung saat menghadang nora.

“siapa yang mau kabur?” jawab nora santi, ‘tau gitu gue tadi berangkat lebih pagi’ gumamnora dalam hati. Nora menyesali kenapa dia tadi datang terlambat.

“ la ini lo buktinya datang terlambat” sindir naya.

“gue datang terlambat bukan mau kabur dari lo, jangan sok tau deh. Gue tadi nunggu tukang ojek kelamaan, jadi gue datang terlambat. JELAS!!”ucap nora sedikit gugup, pura-pura itu yang terjadi.
“alesan aja lo. Kenapa lo naik ojek? Motor lo rusak?” tanya naya.

“terserah gue dong, mau motor gue rusak atau apalah itu. Apa urusannya sama lo!!” jawab nora dengan nada yang sedikit meninggi.

“okey santai aja kali, ini masih pagi non Anora Bilvania. Gue mau tagih hutang hukuman lo ke gue” ucap naya masih dengan santai.

“kalau gue gak mau gimana?” jawab nora.

“ya lo harus mau, kan lo yang salah. Jadi lo harus tanggung jawab dengan perbuatan lo lah. Eehm, karena gue gak percaya sama lo, gue takut lo nyebarin rahasia gue. Jadi hukuman buat lo adalah  lo harus jadi pacar gue dengan begitu gue bisa tau apa yang lo lakuin.” Elas naya yang membuat mata nora terbelalak dengan mulut yang ternganga juga.

‘ apa jadi pacarnya naya’ gumam nora dalam hati. “lo gila ya? Gue gak mau” tolak nora.

“gue gak butuh jawaban lo, mau gak mau lo harus jadi pacar gue!!” tandas naya. Kemudian naya teriak mengumpulkan siswa yang baru datang.

“semuanya gue minta kalian jadi saksi buat kita. Sekarang gue udah jadian sama Anora Bilvania. Kalau gue dengar ada yang gangguin dia, berurusan sama gue.” Jelas naya pada siswa yang mengelilingi mereka berdua, sambil naya menggandeng tangan nora. Kemudian naya melihat kearah nora dengan senyum kemenangan. Nora yang melihat kejadian itu hanya bisa diam, dia sudah tidak bisa apa-apa lagi.

Mereka berdua berjalan meniggalkan kerumunan yang juga mulai bubar meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke kelasnya masing-masing. Naya menggandeng tangan nora dan berjalan menuju kelas. Siswa-siswa yang melihat kejadian itu bersorak riyuh. “cie naya...” teriak salah seorang siswa. 

Tetapi tidak dengan gengnya vero, mereka menatap dengan tajam kearah nora dan naya. Vero memang tidak pernah suka dengan nora sejak pertama masuk di sekolah itu.

“awas aja lo ra!!!” decak vero sambil menatap kepergian nora.

“songong amat sih tu anak ver. Harus kita kasih pelajaran” lanjut meiko.

Kemudian bell masuk sudah berbunyi, lalu vero dan meiko pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kelasnya.
***

Kamis, 17 November 2016

 BAB 2
PART 4 :

Di perjalananpulang nora mampir ke penual martabak, karena dia mendapat titipan dari mamanya. Malam ini penjual martabak itu sangat ramai, mau tidak mau nora harus menunggu untuk mendapatkan martabak itu demi sang mama. Karena kata orang kalau kita tidak menuruti apa kata orang tua khususnya ibu kita akan menjadi anak durhaka, dan aku tidak mau menjadi seperti malin kundang.

Nora duduk di depan gerobak martabak dekat motornya, sesekali nora memainkan handphonenya dan membuka instagram untuk menghilangkan kejenuhannya. Tiba –tiba muncul nama Abinaya Alexi di kepalanya, nora jadi ingin membuka instagram milik naya. Nora menulis nama naya di kotak search, dia melihat- lihat foto milik naya.

Tidak lama setelah nora menutup handphonennya, dia melihat seperti ada mobil naya. ‘kenapa tiba-tiba ada mobil naya, mungkin ini perasaanku saja’ gumam nora dalam hati. Ya itu ternyata memang mobil naya, nora melihat mobil itu terparkir di dekat warung penjual martabak. Rasa penasaran nora mulai timbul kembali, karena pesanannya juga sudah siap akhirnya nora mengambil pesanannya dan langsung bergegas mengikuti naya. 

Nora melihat naya masuk ke dalam warung itu, dia melihat dari luar warung. Nora melihat naya yang duduk sambil memegang rokok. Seketika nora terkejut “apa!!”, karna yang nora tau dan teman-temannya naya adalah pria yang baik-baik dan jauh dari kata badboy. Nora mengerjapkan matanya, karena dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Tetapi setelah nora melihat kejadian ini, dia jadi memikirkan tentang sifat naya yang jauh dari kata baik.

Nora masih tetap memandangi naya dari luar, dia ingin memuaskan rasa penasarannya. Kemudian di dalam warung, naya merasa seperti ada yang memperhatikannya dari luar. Reflek kepala naya melihat ke arah seseorang yang memperhatikannya, dia meliha ada nora disitu. Tetapi naya tidak terkejut dengan nora, dia tidak menyebunyikan rokok yang dipegangnya.

Nora tidak sadar bahwa dirinya sudah ketahuan, tak sengaja mata nora dan naya saling bertemu dan membuat nora tersadar. Lalu nora bergegas meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuu motornya. 

“mampus gue” ucap nora sambil menepuk jidatnya, “ gimana kalau tadi dia ngeliat gue?” lanjut nora dengan wajah cemas.

Langkah nora terhenti, karena tiba-tiba ada cowok tinggi yang berdiri dihadapannya. Cowok itu naya, naya melipat kedua tangannya sambil berkata “lo ngapain ngikutin gue?” tanya naya sinis.

“siapa juga yang ngikutin elo, jangan kepedean deh. Tadi gue mau ambil martabak pesenan gue tau..” jawab nora gugup. 

“ye kenapa lo gugup, kalau lo gk salah lagian kan gue nanyanya biasa. Lo tu jadi cewek bego banget sih. Penjual martabaknya kan ada di sana bukan di sini. Lagian masa iya lo pesen 2 kali, lo kan udah bawa martabak pesenan lo. Dasar cewk oon.” Jelas naya membuat wajah nora semakin malu dan memerah.
“em em emang gue pesen 2 kali kok, lagian gue juga mau jalan-jalan cari udara segar.” Jawab nora semakin gugup.

“oh jadi lo pesen 2 kali? Coba lo ke penjual martabaknya lagi gue yang anter!” tantang naya.
“kenapa musti lo anter kan deket? Gue gak mau, lagian kan gue juga udah mau pulang.” Tolak nora, kemudian tanpa basa-basi naya menarik tangan nora dan mengajaknya ke penjual martabak tadi.
“ ambil pesenan lo!!”  perintah naya sambil mendorong tubuh nora mendekati si penjual, tapi nora hanya diam saja.

“okey, biar gue aja yang tanya. Lo kelamaan” naya mendekati penjual dengan tangan yang masih mencekal tangan nora.

“bang cewek ini tadi pesen martabak , mana maartabaknya?” tanya naya pada sang penjual.

“loh den, tadi kan pesennannya udah di ambil sama non ini” “dia pesen 2 kali gak bang?” ndak den, Cuma pesen 1 kali” “okey bang, makasih.” Naya lalu melihat nora menndukkan kepalanya, kemudian naya menarik nora menjauhi penjual martabak itu. 

“ohh.. jadi elo berani bohong sama gue? Alesan aja lo!!” ucap naya, tapi lagi-lagi nora tidak menjawabnya karena dia ketakutan.

“jawab!! Kenapa lo diem aja? Biasanya lo berani, sok-sokan sama gue. Lo bisu atau gak punya mulut haa..” tanya naya dengan nada yang sedikit meninggi.

“pasti lo sudah tau semuanya?” tanya naya mulai menurunkan nadanya. Tetapi tetap membuat nora semakin menundukkan kepalanya,

“lo diem berarti lo udah tau segalanya. Untuk imbalan yang lo lakukan, lo akan gue kasih hukuman.” Lanjut naya.

“ hukuman? Gue kan gak salah apa-apa.” Jawab nora kemudian. “lo bilang diri lo gak salah, jelas-jelas tadi lo ngutitin gue. Cegcegceg. Makanya jadi cewek tu jangan sok-sokan ngelawan. Gue kasih tau lo hukumannya disekolah besok. Sekarang lo pulang, ini udah malem” jelas naya.

Nora terkejut dengan kalimat perhatian yang diucapkan naya ‘sekarang lo pulang, ini sudah malam’ Kemudian nora meninggalkan naya dan pergi ke motornya. Nora menyesal harus mengutit naya tadi , karena pasti besok akan membuatnya mendapatkan masalah. Sepanjang perjalanan nora kepikiran dengan kata-kata naya tadi. Tidak hanya hukuman, tapi juga kalimat perhatian yang diucapkan naya tadi. Akhirnya nora sampai dirumah dan dia memilih langsung pergi tidur untuk melupakan sejenak tentang kejadian malam ini.
***
BAB 2
PART 3 :

Oliv berdecak kesal “jangan sampe kak aska tau gue ya tuhan.” Sambil memegangi dadanya oliv bernafas lega.

Tak lama dari kepergian azka nora baru datang dan menepuk pundak oliv “DORR!!”

Seketika oliv terlinjak kaget “ah elo ra, ngagetin gue aja. Kemana aja lo kok baru sampek?” “sory liv tadi gue kena macet.” “alasan aja lo ra.” Gerutu oliv.

“eh liv li kenapa? Kok kayaknya tegang banget muka lo.” Tanya nora

“tadi kan gue ngutit kak azka sama cewek....” cerita oliv panjang lebar pada nora.

“trus liv, apa masalahnya?” “masalahnya adalah tadi kayaknya kak azka ngeliat gue deh ra” ucap oliv khawatir.

“kok bisa sih liv?” tanya  nora penasaran. “ya bisalah ra, tadi tu gak sengaja gue bertatapan sama dia. Trus gimana nih?” ujar oliv.

“salah lo sendiri kenapa ,ilih bangku disini. Padahal yang radak sembunyi juga masih banyak kan? Ya trus mau gimana lagi.” Jawab nora sambil mengambil minuman oliv yang tadi dipesan.

“kok lo malah gak bantu gue cari solusinya?” jawab oliv, lalu memajukan bibirnya.

“ya udahlah liv, kan bagus kalau azka tau. Siapa tahu nanti kan lo bisa deket sama azka. Lagian meskipun dia tadi gak ngelihat elo, pasti dia juga tahu kali siapa sih Olivia Mono cewek paling cantik di sekolahan hhmm?” jelas nora menenangkan sahabatnya.

“gitu ya ra, tapi gue malu ra. Gue takut nanti kak azka mlah jadi malu gara-gara gue” ucap oliv sambil menundukkan kepalanya.

“gak mungkin kali liv dia malu, tampang kayak azka aja malu yang ada nanti malah malu-maluin lo kali liv. Lagian kenapa juga lo musti malu? Yang ada lo harus hati-hatu tau. Sebagai sahabat lo, gue takut lo nanti dibuat sakit hati sama aska. Gara-gara kan azka cew...” ucap nora terhenti.

“iya ra gue tau” potong oliv langsung, karena dia tidak mau mendengar kalau azka adalah cowok yang buruk
“la itu lo tau liv, bukannya gue gak setuja ya liv. Tapi gue cuma mau ngingetin aja supaya lo hati-hati. Kenapa lo gak cari yang lain aja liv?” jawab nora membuat oliv terdiam.

Menurut oliv azka adalah laki-laki yang baik, cuman azka gak pernah ngeluarin itu. Walaupun oliv juga sudah tau kalau kenyataannya azka adalah cowok playboy.

“liv ayo, katanya lo mau belanja. Gue kesini bukan untuk nemenin orang bengong aja tau” ujar nora membuyarkan lamunan oliv.

“eh iya ra, sampek lupa gue tujuangue kesini mau ngapain. Hehehehe” ucap oliv sembari berdiri.

Keduanyaberdiri dan pergi berbelanja, sampai waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang. Oliv menunggu jemputan dan nora menuju parkiran untuk mengambil motornya. Kemudian noramenemani oliv sampai oliv dijemput. Setelah oliv pulang baru nora pulang.
***
BAB 2
 PART 2 :

Sore harinya nora janjian akan pergi ke salah satu mall, dengan oliv dan shila. Nora sebenarnya tidak mau ikut, kerena dia tidak suka berbelanja. Tapi karena nora dipaksa oleh ke-2 sahabatnya, akhirnya memutuskan untuk ikut. Berbeda dengan ke-2 sahabatnya yang lebih suka berbelanja untuk melupakan rasa lelahnya.

Oliv sudah sampai dari jam 4 sore di tempat janjian, sekarang waktu sudah menunjukan pukul 04.30 tapi sahabatnya belum juga datang. Oliv sendiri ditempat itu, dia seperti melihat ada kakak kelasnya di mall itu. Dia adalah Azka Aldric atau  sering disapa dengan azka.

Oliv jadi sedikit salting(salah tingkah), karena emang dia suka sama azka dari dia duduk di kelas 10. Tapi azka tidak menyadari kalau oliv suka sama dirinya dari kelas 10. Karena oliv juga bukan tipe cewek yang suka memperlihatkan kalau dia suka sama azka.

Oliv melihat kak azka jalan dengan seorang cewek, azka memasuki mall sambil menggandeng tangan cewek itu. 

“kak azka??” decak oliv, sembari mengikuti azka dari belakang.

Oliv langsung ngontak nora,”ra lo kapan nyapenya? Gue udah satu jam tau nungguin elo.”

“iya-iya ini gue udah otw, emangnya shila belom dateng?” jawab nora.

“oh iya, gue lupa ngabarin lo ra, shila gak bisa ikut. Katanya sih, dia ada acara keluarga di Surabaya.” Ujar oliv sambil menepuk jidatnya.

“ra gue tadi ngeliat kak azka sama cewek masuk ke mall, gue kepo siapa tu cewek. Jadi gue duluan masuk ya? Lo cepet kesini dong!!” lanjut oliv.

“iya non ini gue udah mau jalan juga. Kalau lo kepo sama azka, lo masuk duluan aja. Ntar gue nyusul, dari pada lo nanti jadi gila gara-gara gak keturutan ngepoin azka. Hahaha” nora tertawa dengan keras.

“ih lo ra, yaudah nanti gue kirimin posisi gue.” Jawab oliv dengan cemberut dan langsung menutup teleponnya.

Oliv melihat kak azka masuk ke food court, kemudian dia segera mengikuti masuk ke food court juga. Oliv melihat azka sedang makan dengan seorang cewek. Cewek itu tinggi, putih, cantik bak model.

Lalu oliv langsung mencari bangku dekat azka, dia duduk di bangku depan azka tepatnya 2 bangku dari bangku azka..

Oliv melihat azka yang akrab dengan cewek itu, membuat hati oliv menjadi panas. Dari tadi oliv tidak memalingkan pandangannya dari kak azka. Tapi sesekali dia menutupi mukanya dengan buku  menu yang ada di tangannya.

Azka adalah salah satu orang yang masuk dalam jajaran siswa populer, keren, dan kaya di SMA Buana Jaya. Banyak cewek yang ngejar-ngejar azka di sekolah, siapa coba yang nolak cowok sekeren azka kecuali nora. Selain itu, azka juga dicap sebagai cowok paling playboy di sekolah. Tapi kebanyakan cewek yang dekat dengan azka nggak pernah ngeluh ataupun marah apabila mereka di duain sama azka atau bahkan malah ditolak. Azka emang dari luar terlihat baik, perfect, dan jauh dari kata badboy, tapi siapa yang tahu aslinya.

Azka seperti merasa ada yang memperhtikannya dari tadi, dia melihat ke arah bangku depannya. Azka melihat seorang cewek, dia penasaran siapa cewek itu. Karena cewek itu masih menutupi mukanya dengan buku menu. Kemudian azka kembalikan perhatiannya pada cewek yang bersamanya. Sesekali azka melirik ke arah bangku di depannya, tak sengaja mata azka dan oliv bertemu. Seketika oliv langsung salting, dia pura-pura tidak melihat azka. Azka hanya menganggukkan kepalanya sambil berkata dalam hati ‘gue kayak pernah tau tu cewek, tapi siapa ya? Sepertinya dia adek kelas gue yang terkenal cantik, pinter, dan tajir deh.’ Kemudian azka berdiri dan beranjak pergi sambil menggandeng cewek yang diajaknya tadi. Azka melewati bangku oliv, dan melirik ke arah oliv. Tapi oliv tetap pura-pura membaca buku menunya.
***
NORA TAHU
BAB 2 
PART 1 :

Bel pulang sekolah berbunyi, nora segera pergi menuju parkiran untuk  mencari tempat bersembunyi yang tepat. Karena nora ingin melihat reaksi naya saat mengetahui salah satu ban mobilnya tidak ada. Nora memilih bersembunyi di belakang pohon dan tertutupi oleh motor motor murid sma buana, yang kemungkinan sangat kecil untuk ketahuan naya. Nora segera membenahi posisinya, karena dia melihat naya sedang berjalan menuu mobil merahnya.

Saat naya akan membuka pintu mobil dia melihat ban mobilnya hilang.
“siapa yang ambil ban mobil gue?” kata naya sambilmelihat di sekitarnya, mencari tahu siapa yang menjahilinya. Tapi sayangnya parkiran masih belum ramai, karena banyak siswa yang belum sampai di parkiran. 

Tak jauh disana, naya melihat kerah pohon yang bergoyang-goyang sendiri. Akhirnya nora ketahuan, karena dia banya bergerak dan sudah digigiti oleh semut. Lalu naya memanggil nora

“heh elo sini pasti ini ulah lo. Gue udah tau, lo gak usah sembunyi di balik pohon.”
Nora akhirnya menghampiri naya “kalau iya, emang kenapa ha?” ujar nora dengan nada tinggi dan tangan sudah berada di pinggangnya. 

“kurang ajar banget lo ya.ban mobil gue tu mahal, gk mungkin lo bisa ganti. Buat bayar spp lo aja masih ada kembaliannya banyak malah.” “belagu banget ya lo jadi cowok” “kembaliin gak ban mobil gue atau gak....” ucap naya terpotong 

“atau gak apa ha? Enggak semua hal itu bisa lo bandingin dengan uang yang lo punya ya. Ngerti! Itu pelajaran buat cowok tenggil dan belagu kayak elo.” Jawab nora memotong perkataan naya.

“udah ceramahnya? Kalau udah, sekarang kembaliin ban mobil gue!!” ucap naya.

“ogah. Kalau lo mau, ya cari sendiri aja. Gue males.” Ucap nora sambil berjalan kearah motornya.

“okey lo yang mulai semua ini nora bilvania, gue ladeni” teriak naya kepada nora. Nora balik badan dan hanya menatap cowok itu, lalu pergi.

“awas aja lo! Belum tau siapa abinaya alexi” decak naya sambil menatap kepergian nora.
***

BAB 1
PART 3 :

Veronica dan meiko adalah geng paling terkenal di SMA Buana Jaya, mereka terkenal karena mereka sama-sama anak dari orang kaya. Cuman kalau Vero dia adalah anak dari ketua yayasan, dan penyumbang terbesar nomor 1 di sekolahnya. Vero dan gengnya itu uga terkenal sadis, siapun yang cari gara-gara sama mereka baik itu disengaja ataupun tidak vero tidak peduli.
Bel istirahat berbunyi, Vero langsung mengajak Meiko pergi menuju kelas 11 ipa 6. Vero terpesona melihat ketampanan Naya.
“gila kalaukayak gini gue juga mau kali ko.” “samalah ver gue uga mau, gk cuman lo” vero langsung melotot kearah meiko setelah mendengar jawaban meiko barusan.
“itu bukan atah lo, lo gak pates ko, paham.” Gertak vero “iya-iya paham ver.” Meiko langsung meng – iyakan perkataan vero sambil menundukan kepalanya.kemudian vero dan meiko pergi menuju kantin, setelah mereka puas mengintai Naya.
***
Naya mengajak ke-2 sahabatnya untuk mengantarnya pergi ke parkiran sekolah. Naya memaksa ke – 2 sahabatnya yang sedang makan bekal yang dibawanya dari rumah tadi.
“eh kalian ber-2, ikut gue yuk” “ kemana?” tanya shila penasaran.
“gue habisin dulu bekalnya ya” ujar oliv kemudian sambil menelan makanan yang ada di mulutnya.
“gak usah kelamaan tau, keburu bel masuk nanti. Makannya kan bisa dilanjut nanti aja.” Ucap nora sambil menarik ke-2 tangan sahabatnya. Tanpa basa-basi akhirnya ke-2 sahabatnya mau mengantarkan nora, meskipun mereka tidak tau tujuan nora apa dan mau kemana sebenarnya mereka.
Nora sampai di parkiran sekolah. Kemudian ke-2 sahabatnya saling bertatapan satu sama lain dan mulai bertanya pada nora.
“ngapain kita kesini ra?” ucap ke-2nya yang tidak sengaja bebarengan. Nora tidak menjawab pertanyan sahabatnya. Setelah itu nora berjalan menuju ke sebuah mobil merah milik naya. Baru ke-2 sahabatnya menyadari apa yang akan dilakukan oleh nora.
“lo mau ngerjain mobilnya naya ra?” tanya oliv sambil menghampiri nora.
“iya salah sendiri aneh-aneh sama gue” “ dia masih baru lo nor disini, mau lo apain mobilnya?”
“biarin jadi cowok kok songong. Eh lo berdua kok malah diem aja sih?” jawab nora sambil melepas salah satu ban mobil naya.
“ogah ah, gue gak mau ikut-ikut tan. Lagian males gue cari masalah, lo aja sendiri yang kerjain. Tapi kalau untuk nemenin sih gue oke aja ra” jawab oliv sambil menggelengkan kepalanya.
“gue juga gak mau ra, gue takut kena marah. Hehehe” lanjut shila, shila emang penakut diantara oliv dan nora, shila juga bloon kalau dalam urusan kayak gini.
“ its okey gapapa, kalain temenin gue aja”nora menjawab dengan tidak marah, dan segera menyelesaikan tugasnya ini. Kurang dari 10 menit noora sudah selesai melepas ban mobil itu.
“sip udah beres, bannya gue sembunyiin dimana nih?” “di situ aja deket tanaman yang ada pohon besarnya.” Tunjuk shila ke arah semak-semak.
“pinter juga lo ya shil.” Ledek nora sambil membawa ban itu ke semak semak yang di tunjuk oleh shila.
“udah, yuk kembali keburu bel masuk gue udah lapar.” Ujar nora, kemudian berjalan di depan ke-2 sahabatnya dan menyusuri koridor menuju kelasnya. Ke-2 sahabatnya menatap kejadian itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
Mereka ber-3 sampai di kelas, tepat kurang 5 menit bel masuk. Untung bekar mereka sudah habis, dan tak tersisa. Lalu pak jaya masuk dengan buku tebal ditangannya dan wajah yang tak pernah tersenyum dengan ikhlas. Pak jaya adalah guru matimatika yang paling keren, tapi juga paling galak.
***